Bagaimana Mengatasi Stres di Kehidupan Kota?

MEPNews.id – Ayo, belajar menikmati lingkungan sekitar lebih banyak. Kehidupan kota memang penuh kegembiraan, peluang dan petualangan, tapi juga bisa sangat mengesalkan dan menegangkan. Polusi, kemacetan, antrian panjang, birokrasi, dan lain-lain. Semua bisa menimbulkan stress. Terus, bagaimana bisa melepaskan diri dari tekanan hidup di kota tanpa kehilangan kenyamanannya? Christopher Paul Jones, terapis yang mengkhususkan diri membantu orang melepaskan ketakutan, memberikan tips yang dimuat netdoctor.co.uk edisi 22 Mei 2017, berikut ini;

 

  1. Ubah cara bernafas

Bila stres atau cemas, sering kali yang Anda lakukan adalah bernafas dengan sepertiga bagian atas paru-paru. Tersengal-sengal. Kunci untuk mengubah tingkat stres atau kecemasan adalah mengubah cara bernafas. Anda perlu napas dalam-dalam dari diafragma.

Caranya?

Letakkan satu tangan di dada (harus tetap diam di posisi ini) lalu hirup udara perlahan melalui hidung selama empat detik sehingga perut agak maju (letakkan satu tangan yang lain ke perut untuk cek). Tahan napas delapan detik dan kemudian hembuskan selama 12 detik sehingga perut ke posisi normal. Terus ulangi metode ini selama beberapa menit, Anda akan merasa lebih santai, dan fikiran menjadi jauh lebih terpusat.

  1. Ubah fisiologi

senyumFisiologi itu kira-kira berarti bentuk tubuh. Tahukah Anda bahwa emosi bisa mempengaruhi tubuh dan tubuh mempengaruhi emosi Anda? Nah, jika sedang stress, segera berdiri tegak, tarik bahu agak ke belakang, tahan posisi kepala lalu buat senyum lebar di wajah. Meski senyumnya belum ikhlas betul, berusaha tersenyum lebar dengan posisi tubuh terkontrol. Ketika sedang cemas atau stress, ambil posisi tubuh dan wajah seperti itu sambil mencoba memikirkan sesuatu yang membebaskan Anda dari cemas atau stress. Sikap tubuh seperti itu membuat orang lain yakin Anda bisa mengatasi masalah. Di sisi internal, tubuh bisa membantu otak, syaraf dan jaringan otonom lain untuk mencari jalan melepaskan diri dari kondisi stress atau cemas. Hampir tidak mungkin Anda merasa tidak lebih enak.

  1. Ubah visi

Menjelajahi kota, baik dengan jalan kaki, kendaraan umum atau mobil pribadi, bisa menyita perhatian. Orang cenderung masuk ke mode fokus-ke-tujuan untuk mencoba sampai tujuan, dan pikiran berisi omongan dalam hati, misalnya; “Waduh, aku bakal terlambat nih!” yang justru bisa meningkatkan stres. Fokus single-minded seperti ini dikenal sebagai visi foveal –dan ini bisa menegangkan. Di sisi lain, jika menggunakan visi periferal, orang jadi kurang stres dan bisa membantu menenangkan mental. Visi periferal ini menolak omongan-omongan dalam hati dan mengalihkan fokus dari menentukan tujuan ke yang lebih luas; yang lebih memungkinkan kita menarik napas dan menenangkan pikiran.

Bagaimana cara beralih dari visi foveal ke visi periferal?

Pandang lurus ke depan dan fokuskan perhatian pada posisi tetap di depan, tepat di atas level mata. Arahkan dan tahan kedua lengan lurus di depan, jempol mengarah ke atas, jari-jari ke depan. Rilekskan otot di sekitar mata, lunakkan pandangan dan lebih fikirkan ke pernafasan.

Jaga perhatian pada posisi tetap di depan, dan tanpa menggerakkan kepala, pelan-pelan gerakkan lengan ke samping. Sewaktu melakukan ini, perhatikan diri Anda mulai mengambil lebih banyak ruang di sekitar. Berhentilah menggerakkan lengan saat Anda sudah tidak bisa lagi melihat jempol dari sudut mata. Lalu, biarkan lengan perlahan-lahan turun ke sisi tubuh Anda.

Jaga mata tetap rileks dan melihat ke depan. Bayangkan penglihatan Anda meluas, dan rasakan lebih banyak ruang di sekitar Anda.

Lanjutkan menarik napas dalam-dalam, pandang lurus ke depan, dan terus memperluas kesadaran. Teruslah begini sampai Anda menyadari bahwa kebisingan internal di kepala Anda mulai hilang dan kemudian lenyap.

  1. Ubah fokus

Saat menarik nafas dalam-dalam, mulailah memperhatikan bentuk semua benda di tepi penglihatan. Sadari akan empat hal yang dapat Anda LIHAT di sekitar. Ingatlah untuk menjaga agar otot mata Anda tetap relaks.

Sekarang sadari empat hal yang bisa Anda DENGAR di sekitar, termasuk suara eksternal atau suara di dalam kepala. Teruslah bernapas dalam-dalam.

Sekarang sadari empat hal yang Anda bisa RASAKAN di sekitar, misalnya kondisi kaki di lantai, ketegangan otot di tubuh, sensasi pada kulit, kesadaran akan detak jantung, paru-paru dan organ tubuh lainnya. Terus bernapas dalam-dalam.

Ulangi langkah-langkah di atas, kali ini fokus pada tiga hal saja. Ulangi lagi, tapi fokus pada dua hal. Ulangi, fokus ke satu hal.

Perhatikan bagaimana Anda merasa berbeda.

 

Jadi, lain kali ketika tekanan kota membuat Anda stres atau cemas, segera ubah perasaan dengan cara yang mudah seperti di atas. Nah, nikmati hidup lebih nyaman dengan bisa mengendalikan perasaan.

Facebook Comments

POST A COMMENT.