Ditemukan, Antibodi untuk Melawan Kanker

MEPNews.id – Saat mempelajari gangguan otak dan syaraf multiple sclerosis, para peneliti di Brigham and Women’s Hospital justru menemukan petunjuk penting untuk mengobati penyakit yang sangat berbeda; kanker.

Dalam makalah yang diterbitkan di Science Immunology, sekelompok peneliti yang dipimpin ahli saraf Howard Weiner, MD, menggambarkan antibodi yang secara tepat dapat membidik sel-sel T yang pada gilirannya bisa melepaskan sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker. Mereka melaporkan, antibodi itu menurunkan pertumbuhan tumor dalam model melanoma, glioblastoma dan karsinoma kolorektal. Tak pelak, antibodi itu menjadi kandidat menarik bagi imunoterapi kanker.

antibodi

Sel-sel antibodi yang bisa dikendalikan untuk melawan kanker.

“Sebagai ahli saraf, saya tidak menyangka akan menerbitkan makalah tentang imunoterapi kanker. Namun, saat tim saya mempelajari sub-populasi sel-sel T yang diharapkan dapat mencegah penyakit autoimun, kami mendapat ide. Jika kanker adalah kebalikan dari penyakit autoimun, maka kita bisa memutar-balik penyelidikan dan memikirkan bagaimana mengembalikan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah pertumbuhan kanker,” kata Weiner, salah satu direktur Ann Romney Center for Neurologic Diseases di BWH.v, dikutip scienceblog.com edisi 21 Mei 2017.

Laboratorium Weiner telah mempelajari sel-sel T regulator (Tregs) selama bertahun-tahun. Tregs, yang membantu menjaga toleransi sistem kekebalan tubuh terhadap ‘diri sendiri’, bisa secara tidak sengaja meningkatkan pertumbuhan kanker dengan cara mencegah sistem kekebalan tubuh mendeteksi dan menyerang sel kanker.

Para peneliti menemukan cara membidik Tregs dengan tepat menggunakan antibodi yang mengunci kompleks molekuler tertentu secara unik di permukaan sel dari Treg. Tim ini mengembangkan antibodi yang awalnya disebut anti-LAP itu untuk menyelidiki perkembangan multiple sclerosis. Namun mereka baru menyadari bahwa karya mereka berimplikasi pada studi tentang kanker.

Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan sel-sel LAP + bisa bertambah pada kanker manusia, dan bisa memprediksi prognosis buruk. Nah, bisa membidik khusus ke sel-sel ini bisa memberi cara baru untuk mengatasi penyakit.

Dalam studi saat ini, tim menggunakan model praklinis untuk menyelidiki seberapa baik antibodi anti-PEP dapat bekerja menghalangi mekanisme esensial Tregs dan memulihkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Mereka menemukan tindakan anti-PAP terhadap populasi sel multipel untuk meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh melawan kanker. Antara lain meningkatkan aktivitas beberapa jenis sel T dan meningkatkan daya ingat kekebalan tubuh.

“Selain mempelajari efek terapeutiknya, kami ingin mengkarakterisasi mekanisme di mana antibodi anti-PAP dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh,” kata peneliti utama Galina Gabriely PhD, ilmuwan di laboratorium Weiner. “Kami menemukan itu mempengaruhi banyak lengan dari sistem kekebalan tubuh.”

Penelitian saat ini dilakukan pada model kanker praklinis. Untuk memindahkan kerja ke model klinik, Tilos Therapeutics akan mengembangkan penelitian Laboratorium Weiner untuk memodifikasi antibodi itu untuk digunakan pada manusia. Proses ini biasanya memakan waktu beberapa tahun.

“Saya melihat karya ini sebagai contoh sempurna bagaimana penelitian di semua cabang imunologi menjadi dasar mekanistik penyakit dapat berdampak besar pada bidang-bidang lain, misalnya onkologi,” kata Barbara Fox PhD, CEO Tilos Therapeutics. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.