Teguh Sukaryo Teguh Kenalkan Musik Klasik

MEPNews.id – Musik klasik tak banyak digemari di Indonesia. Malahan, tidak sedikit stigma meragukan musik klasik dapat diterima di berbagai kalangan masyarakat tanah air. Namun, hal itu tidak mengurungkan niat Teguh Sukaryo terus mengenalkan musik klasik ke khalayak umum.

teguh pianis 2Pianis kaya pengalaman ini mendirikan komunitas Musik Klasik Indonesia (MKI). Komunitas yang berdiri sejak 2009 dan beranggotakan sekitar 13 ribu orang ini bertujuan mempersatukan seluruh pelaku dan pencinta musik klasik mulai sekedar penikmat hingga musisi profesional. Komunitas ini menjadi wadah belajar, berbagi informasi, dan menambah wawasan serta koneksi.

“Awalnya didirikan di jejaring sosial Facebook. Kemudian, para anggota bersemangat melakukan kegiatan yang berguna untuk masyarakat sekaligus menyalurkan hobi masing-masing. Antara lain Konser Amal MKI pada 2015,” kata pianis kelahiran Purwokerto tahun 1977 ini.

Di samping melalui komunitas, putra kedua dari lima bersaudara ini juga aktif menulis artikel edukatif musik klasik yang dapat dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia. Selain mengenalkan, ia juga secara berkala aktif menjaga kualitas musik klasik dengan memberikan masterclass ke berbagai murid-murid piano di seluruh Indonesia.

penjahat“Musik klasik itu untuk semua orang, semua kalangan, semua ras dan warna kulit. Tak kenal maka tak sayang. Meka, beri kita kesempatan dan waktu untuk mengenal musik klasik lebih mendalam. Jangan ada stigma bila musik klasik itu bersaingan dengan musik-musik lain,” tutur pendiri dan managing director dari Teguh Sukaryo International Musik School di Jakarta Selatan.

Teguh Sukaryo mengeyam pendidikan di Newcastle Conservatorium of Music, Australia (Bachelor of Music), Oberlin Conservatory USA (Artist Diploma), Rice University USA (Master of Music), dan Louisiana State University USA (not completed Doctorate of Musical Arts). Ia juga mendapatkan fellowship dan scholarship awards untuk pasca sarjana di bidang musik.

Ia pernah belajar pada Jon Kimura Parker (Kanada), Peter Takacs (Amerika Serikat), Michael Gurt (Amerika Serikat), dan Carmel Lutton (Australia). Ia mendapatkan berbagai penghargaan antara lain The Most Popular Show of All Time dari Classical Music Discovery di Amerika Serikat, Beethoven Prize di Grieg International Piano Competition, Oslo, dan Rekor MURI. Ia sempat bermain concerto, solo recital dan chamber music recital dengan musisi-musisi dunia seperti Rudolf Koelman, mantan concertmaster Concertgebouw Orchestra, Amsterdam.

(Stefanus Ari Wicaksono)

Facebook Comments

POST A COMMENT.