Whoah…, Wajah Cakep Bikin Gampang Selingkuh?

MEPNews.id – Ini bukan infotainment, bukan kabar gosip, juga bukan obrolan pinggir jalan. Sungguh, ini hasil studi ilmiah. Yang melakukan pakar dari kampus top Harvard University di Amerika Serikat. Penelitian juga melibatkan kampus University of La Verne in California dan Santa Clara University. Jadi, hasilnya dijamin ilmiah.

Victoria Allen, koresponden The Daily Mail edisi 20 Maret 2017, menuliskan; orang-orang cantik atau ganteng tampak memiliki banyak kemudahan dalam hidup. Tapi, dalam hal tertentu, ternyata mereka benar-benar tidak beruntung. Misalnya, hubungan cinta mereka lebih mungkin berakhir di tengah jalan. Salah satu buktinya adalah tingginya tingkat perceraian bintang film wajah cakep.

Berpenampilan cantik atau ganteng membuat orang lebih mungkin selingkuh atau tertarik pada orang ketiga. Meski pihak ketiga tidak berniat serius, kemungkinan cari pria atau wanita idaman lain tetap ada. Sebaliknya, orang berpenampilan cakep juga sering diincar pihak ketiga meski sudah berpasangan. Akibatnya, ini mengarah ke risiko tinggi ke arah perpisahan yang berujung derita.

Di Hollywood, ada sejumlah contoh pasangan ganteng dan cantik yang akhirnya pisah, antara lain; Gwyneth Paltrow dan Chris Martin atau Tom Cruise dan Katie Holmes. Saat sidang cerai berlangsung, Gwyneth Paltrow sudah gandeng Brad Falchuk dan Chris Martin punya cem-ceman Jennifer Lawrence. Maka, perceraian semacam ini memicu para pakar dari Harvard University menelisik data lain. Mereka menemukan 20 aktor dan aktris top dari situs IMDB dan 100 selebriti paling hot yang berpisah atau menjalani pernikahan seumur jagung.

Mengapa wajah cakep berpotensi masalah? Untuk mencari tahu alasannya, para peneliti mencari dari kalangan yang lebih mendasar yakni masyarakat biasa. Mereka meminta dua wanita menilai tingkat daya tarik dari 238 orang dalam buku tahunan suatu kampus. Didapatlah sejumlah pria yang dinilai paling menarik. Setelah ditelusuri di lapangan, ternyata pria-pria berwajah ganteng ini juga mengalami pernikahan singkat atau perceraian.

Secara teori, hubungan berpasangan bisa berakhir karena orang sudah tidak tertarik pada pasangannya, atau orang sudah menyepelekan betapa cakep, betapa lucu, betapa setia atau betapa pintar pasangannya. Tapi orang-orang cakep, yang fotonya dilihat lawan jenis dan dinilai lebih menarik, ada kecenderungan gampang tergoda untuk berselingkuh atau dijadikan partner selingkuh.

Penulis utama penelitian, Dr Christine Ma-Kellams, mengatakan, “Ada banyak alasan mengapa kita memilih orang-orang berpenampilan cakep. Antara lain, simetri wajah pada pria dapat menjadi tanda kegantengan, kesehatan dan kejantanan, sementara kecantikan pada wanita sebagai tanda memiliki hormon yang baik untuk reproduksi. Memang, umumnya kita menilai daya tarik fisik. Tapi, hal ini dapat membuat orang-orang yang tidak bahagia dalam hubungan bakal lebih mungkin mengejar hubungan alternatif. Hasil akhirnya tidak selalu hal yang baik.”

Beberapa studi sebelumnya menemukan, saat orang-orang berwajah cakep dibayar lebih mahal, diasumsikan lebih berbahagia oleh orang lain, dan tampak bersikap lebih ramah dan lebih cerdas, ternyata aslinya mereka juga punya beberapa masalah. Salah satunya, ada orang lain yang iri sehingga membuat hidup mereka jadi sulit. Masalah lainnya, orang yang punya daya tarik fisik normal mungkin berpikir tidak ingin tersesat, tapi sejumlah studi menunjukkan mereka bisa juga menjadi korban ego.

Eksperimen terhadap orang biasa juga dilakukan dengan cara lain untuk mencari akar perselingkuhan. Beberapa responden dibuat untuk merasa dirinya lebih cakep, dengan cara ditunjukkan gambar orang-orang berwajah lebih jelek. Responden wanita diminta melihat foto wanita lain yang lebih jelek dan reponden pria diminta melihat foto pria lain yang lebih jelek. Kemudian, para responden diminta menilai daya tarik fisik mereka sendiri. Spontan, para orang-orang ini menilai dirinya lebih menarik daripada gambar orang asing itu. Ketika berpikir wajah mereka lebih cakep maka mereka lebih cenderung tertarik pada perselingkuhan.

Studi ini menyimpulkan, membina hubungan dengan seseorang yang menarik secara fisik ternyata lebih ‘rentan terhadap ancaman’ terutama ketika pasangan sedang mengalami masa-masa sulit. Kesimpulan ini didasarkan pada bukti-bukti sebelumnya bahwa orang yang cakep bisa memiliki atau memilih lebih banyak pasangan, lebih mungkin berselingkuh, dan memikat lebih banyak ‘minat kawin jangka pendek’. Orang-orang yang punya daya tarik tinggi ini juga lebih cenderung ‘diburu’ dari pasangannya. Ini menunjukkan alasan lain mengapa hubungan mereka mungkin gagal.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Personal Relationships, jurnal milik International Association for Relationship Research, ini memberi penekanan, “Temuan ini menunjukkan; sifat-sifat lebih menguntungkan yang dimiliki individu dengan daya tarik fisik dapat bertindak sebagai kewajiban relasional, dan dengan demikian dapat memberikan manfaat bagi individu tersebut (orang yang punya daya tarik fisik), tapi tidak selalu memberi manfaat baik bagi hubungan berpasangan. Dari perspektif evolusi, daya tarik fisik tetap menjadi sifat yang sangat dipilih. Tapi, dari perspektif pemeliharaan hubungan, sifat yang sangat diinginkan ini bisa saja menjadi petaka bagi hubungan berpasangan itu sendiri.” (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.