Ini Makan Mie atau Disiksa di Rumah Tahanan?

Kerangkengnya mengrikan.

Kerangkengnya mengrikan.

MEPNews.id – “Tahanan baru!” suara teriakan itu langsung terdengar.

Lho, koq ‘tahanan’? Ada orang masuk gerai mie dan pingin makan koq malah diteriaki ‘tahanan’?

Tenang…tenang… jangan keburu takut. Jangan heran jika Anda masuk gerai ‘Mie Rampok’ di jalan by pass Juanda, Sidoarjo, tak jauh dari Bandara Internsional Juanda. Istilah ‘tahanan’ memang sebutan yang biasa dipakai untuk menandai datangnya konsumen baru di gerai itu.

Gerai Mie Rampok mengusung ide makan di ruang tahanan. Gerai yang telah buka sejak September 2016 itu mengusung ide agar pengunjung merasakan makan di rumah tahanan. Bukan cuma oleh sebutan dan tempatnya, pengunjung juga bakal disiksa oleh rasa pedasnya mie yang disediakan.

Piringnya dari aluminium.

Piringnya dari aluminium.

Mie Rampok menyediakan berbagai tingkatan kepedasan beserta julukannya masing-masing. Ada julukan ‘salah tangkap’ yang berarti level 0 atau tanpa cabe. Ada juga ‘percobaan’ yang merujuk ke level 1 dengan lima cabe. Berlanjut ke ‘tahanan rumah’ atau level 2 dengan 15 cabe.

Yang mulai bikin merinding adalah ‘cambuk’ atau level 3 dengan 35 cabe. Yang bisa bikin muntah ‘hukuman seumur hidup’ atau level 4 dengan 55 cabe. Yang terakhir ini paling gila atau entah apa dampaknya. Namanya ‘hukuman mati’, level 5, menggunakan 100 cabe.

Tapi, enaknya, meski levelnya bermacam-macam, harganya sama yakni Rp. 9.000.

Lha, ini tahanannya.

Lha, ini tahanannya.

“Tenang. Di sini sudah ada yang pernah mencicipi rasanya hukuman mati,” ujar Agung Andi Rizky selaku kapten Mie Rampok. “Dari orang

tua hingga anak-anak pernah mencoba, walau akhirnya pulang dengan bibir merah dan keringat gobyos seperti orang habis lari jauh.”

Selain menikmati hukuman makan mie pedas, pengunjung juga bisa menikmati berbagai atribut untuk selfie ala tahanan. Bukan cuma dekorasi, bahkan wadah mie juga berbeda dari yang biasanya. Ya persis seperti tempat ransum makan di penjara.

“Saya coba mie level tiga, dan itu sudah membuat bibir saya merah,” kata Theresia Vanya, seorang pelanggan baru.

Selesai makan dan bayar, Theresia hendak keluar. Pada saat itu juga ia diteriaki, “Tahanan kabur!!!”

(Stefanus Wicaksono)

Facebook Comments

POST A COMMENT.