Riset Ilmiah Buktikan Puasa Bisa Sembuhkan Diabetes

MEPNews.id – Hasil penelitian para ahli dari Amerika Serikat dan Italia menunjukkan, pankreas dapat dipicu untuk meregenerasi dirinya sendiri melalui diet puasa. Jika pankreas sehat, maka gangguan diabetes bisa teratasi dengan sendirinya.

Penelitian pada tikus menunjukkan diet puasa rendah kalori dapat membantu mengatasi kasus diabetes tipe 1 dan tipe 2. Penelitian terhadap tikus-tikus percobaan yang direkayasa memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2 memberi hasil positif terkait diet puasa.

Pankreas adalah organ yang menggunakan sel-sel khusus yakni ‘sel beta’ untuk memproduksi hormon insulin. Hormon ini digunakan tubuh untuk memecah gula dalam darah (glukosa). Pada diabetes tipe 1, pankreas berhenti memproduksi insulin. Pada diabetes tipe 2, insulin yang diproduksi tidak cukup atau sel-sel dalam tubuh sudah gagal merespon insulin (resistensi insulin).

Penelitian tentang diet puasa dan regenerasi pankreas ini dilakukan para ahli dari University of Southern California dan Institut Koch di Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat, serta IFOM FIRC Institute of Molecular Oncology di Italia, dan didanai hibah dari US National Institutes of Health (NIH) dan US National Institute on Aging (NIA). Hasilnya sudah diperiksa sesama peneliti, lalu dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Cell edisi 23 Februari 2017.

Dalam penelitian, tikus-tikus percobaan direkayasa untuk mendapat diabetes tipe 1 atau 2. Selama empat hari, tikus-tikus itu diberi makan yang rendah kalori, rendah protein, dan rendah karbohidrat, namun tinggi lemak. Itu dilakukan terus hingga tikus-tikus itu menunjukkan gejala diabetes tipe 1 atau 2.

Kemudian, tikus-tikus itu dikenai diet puasa. Mereka menerima setengah dari asupan kalori normal harian pada hari pertama, diikuti oleh tiga hari dari 10% dari asupan kalori normal. Para peneliti mengulangi ini dengan cepat pada tiga kesempatan, dengan 10 hari jeda diet.

Lalu, pankreas tikus-tikus itu diperiksa. Pada tikus yang memiliki diabetes tipe 1 dan tipe 2, diet puasa ini cukup menggembirakan. Produksi insulin dipulihkan, resistensi insulin berkurang, dan sel-sel beta dapat diregenerasi.

Gen-gen dalam sel, yang biasanya aktif berkembang di pankreas dari tikus tingkat embrio/janin, ternyata bisa diaktifkan kembali pada tikus dewasa yang kena diabetes dalam percobaan diet normal. Gen-gen ini meningkatkan produksi protein neurogenin-3 (Ngn3) dan, sebagai hasilnya, meningkatkan pembuatan sel beta penghasil insulin sehat.

Penelitian laboratorium awal yang melibatkan sampel sel manusia menunjukkan potensi yang sama. Kultur sel pankreas dari pasien diabetes tipe 1 juga bisa meningkatkan produksi protein Ngn3 dan insulin. Hasil ini cukup menjanjikan.

Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini pada manusia. Apa yang berlaku untuk tikus tidak selalu berlaku pada manusia. BBC News, mengutip salah satu peneliti, Dr Valter Longo dari University of Southern California yang memperingatkan, “Jangan coba ini sendirian di rumah.”

Jika memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2, jangan langsung diet puasa tanpa mendapat pertimbangan medis terlebih dahulu. Perubahan mendadak dalam asupan kalori bisa memiliki efek tak terduga dan malah mengakibatkan komplikasi. Konsultasikan pada dokter ahli.

“Penderita diabetes suatu saat nanti bisa ditangani dengan diet puasa rutin beberapa hari tiap bulan. Lainnya, boleh makan normal. Lalu hasil positifnya adalah bisa mengontrol kadar gula darah karena bisa memproduksi kembali level normal insulin dan meningkatkan fungsi insulin,” kata Longo. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.