Menjaga Kelekatan Anak Saat Bunda Sibuk

MEPNews.id — Banyak dialami oleh bunda yang memiliki profesi ganda, selain sebagai ibu rumah tangga banyak pula bunda yang berprofesi sebagai guru, atau pegawai lainnya yang menuntut kerja di luar rumah. Sebagai bunda sekaligus sebagai guru tentunya menimbulkan perasaan dilematis, bagaimana ia harus mendidik anak orang lain dan membimbing menjadi anak yang sukses dan soleh namun di rumah ia harus meninggalkan buah hatinya yang juga butuh perhatian lebih. Tidak jarang bunda yang berprofesi sebagai guru harus melepaskan profesinya atau cuti sementara dikarenakan tuntutan sebagai orang tua harus dijalani.
Untuk menjadikan anak tetap lekat kepada bunda, sebenarnya bukan waktu yang panjang yang menentukan anak itu lekat atau tidak dengan kita. Banyak bunda yang kerjanya di rumah, namun anaknya tidak lekat bahkan tidak krasan berada di rumah. Secara fisik di rumah namun secara jiwa tidak bersama anak, semisal ketika sama-sama di rumah bunda dan anak sama-sama menonton TV, atau sama-sama bermain gadget. Tidak ada komunikasi diantara orang tua dan anak. Bisa jadi bunda bersama anak di rumah tapi bunda sibuk dengan pekerjaan rumahnya dan anaknya agar tidak mengganggu dilihatkan televisi atau diberika Hp. Ini yang paling ekstrim bunda seharian di rumah tapi marah-marah, menyuruh anak ini dan itu.
Kelekatan itu tergantung kualitas waktu yang kita berikan ke anak kita. Biarpun bertemua anak hanya sebatas dua jam lebih secara kualitas lebih berarti dari pada seharian sama anak di rumah namun tidak kualitas. Bagaimana caranya menjadikan waktu berkualitas bagi anak kita? Dan anak tetap lekat di saat kita sibuk?
Pertama, ketika bunda di rumah dan bersama anak, pastikan secara fisik dan jiwa kita bersama anak. Tinggalkan laptop, hp, televisi ketika kita bersama anak-anak kita.
Kedua, damping nonton atau bermain Hp, mendampingi anak menonnton tivi bukan dengan sama-sama lihat televisi namun diam sama-sama menikmati tayangannya. Mendampingin anak menonton yakni dengan mengajaknya komunikasi tentang manfaat kenapa ia melihat tayangan tersebut atau hal negative yang tidak perlu diikuti dari tayangan tersebut.
Ketiga, perhatikan ia ketika dia bercerita, tanggapi dan respon anak-anak kita. Dan biasakan kita bertanya tentang pengalamannya bermain tadi selama bunda tidak mendampingi anak-anak kita.
Keempat, sering-seringlah bunda bercerita tentang pekerjaan bunda, sehingga dia paham mengapa kita memilih pekerjaan dan harus meninggalkannya di rumah.
Kelima, pastikan bunda setiap hari melakukan rutinitas CUP (Cium, Usap, Peluk). (Mazie_gym)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.