Ada 4 Kepribadian Dasar; Anda Masuk yang Mana?

MEPNews.id – Dengan mengetahui kepribadian sendiri, orang bisa bersikap terhadap kondisi sosial. Dengan bisa mengenali kepirbadian orang lain, seseorang bisa menakar kadar interaksinya. Dengan menyadari kepirbadian sendiri dan memahami kepribadian pihak lain, orang akan lebih gampang bersikap saat negosiasi atau harus saling bantu.

Tapi, bagaimana bisa mengenali kepribadian itu? Para peneliti di Spanyol melakukan studi perilaku manusia. Mereka menemukan, 90% dari populasi bisa dibagi dalam empat kategori kepribadian dasar; Optimis, Pesimis, Mempercayai dan Iri. Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada Januari 2017.

Penelitian dilakukan para pakar dari Universidad Carlos III de Madrid, bersama para mitra dari universitas-universitas Barcelona, Rovira i Virgili dan Zaragoza. Studi ini meneliti bagaimana 541 relawan menanggapi ratusan dilema social. Tanggapan ini berupa pilihan yang mengarah ke berkolaborasi atau berkonflik dengan orang lain, berdasarkan kepentingan individu atau kolektif.

Eksperimen ini mengandalkan unsur-unsur game theory, yang menganalisis perilaku seseorang ketika dihadapkan dengan dilema dan harus membuat keputusan. “Mereka diminta berpartisipasi dalam pasangan. Namun, pasangan ini berobah, tidak hanya dalam setiap putaran, tetapi juga setiap kali ada perobahan permainan. Jadi, pilihan terbaik bisa dalam bentuk bekerja sama atau menentang atau bahkan mengkhianati. Dengan cara ini, kami dapat memperoleh informasi tentang apa yang dilakukan orang dalam situasi sosial sangat berbeda,” kata pemimpin studi Anxo Sánchez, dari Universidad Carlos III de Madrid (UC3M).

Setelah eksperimen selesai, tim peneliti mengembangkan algoritma komputer untuk mengklasifikasikan orang berdasarkan perilaku. Sebanyak 97% dari mereka masuk ke dalam empat kelompok berbeda, meskipun algoritma memperbolehkan lebih banyak.

  • Iri: Ini kelompok terbesar, atau hingga 30%. Orang-orang ini tidak terlalu mempermasalahkan apa yang bisa mereka capai, asalkan mereka mencapai lebih baik daripada yang lain.
  • Optimis: jumlahnya hingga 20%. Mereka percaya bersama pasangan bisa membuat pilihan terbaik bagi tim.
  • Pesimis: jumlahnya 20%. Mereka memilih opsi yang mereka pandang sebagai kurang berisiko dari dua kondisi buruk.
  • Mempercayai; sebanyak 20% terlahir sebagai kolaborator yang akan selalu siap bekerja sama. Mereka tidak keberatan jika harus menang atau haru kalah.

Sisanya yang 10% masuk kelompok kelima yang tak terdefinisikan karena algoritma tidak dapat mengklasifikasikan dalam kaitannya dengan jenis perilaku yang jelas.

Contoh kasus: Dua orang bisa berburu rusa bersama-sama, tetapi jika sendiri maka masing-masing hanya bisa berburu kelinci. Orang dari kelompok Iri akan memilih berburu kelinci saja karena ia akan setidaknya mendapatkan yang sama dengan pemburu lain, atau mungkin lebih baik. Orang dalam katagori Optimis akan memilih berburu rusa karena itu pilihan terbaik untuk keduanya. Orang yang pesimis akan memilih berburu kelinci karena setidaknya bisa menangkap sesuatu. Yang masuk kelompok Mempercayai akan bekerja sama dan langsung memilih berburu rusa.

Menurut Yamir Moreno, presiden Sociedad de Sistemas Complejos (Masyarakat Sistem Kompleks), “Hasil ini melawan teori tertentu; misalnya yang menyatakan manusia bertindak murni rasional. Karena itu, hasilnya harus dipertimbangkan dalam mendesain ulang kebijakan sosial dan ekonomi, serta yang terlibat dalam kerjasama. “Kenis studi ini penting karena meningkatkan teori yang ada tentang perilaku manusia, dengan memberikan dasar eksperimental.” (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.