Rahasia Keberhasilan Hidup adalah Jatuh Tujuh Kali dan Bangkit lagi Delapan Kali

Tahun Membaca Indonesia 2017 :  Catatan Literasi :  Satria Dharma

MEPNew.id — “Dan, jika kamu menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta bersatu untuk membantumu untuk mencapainya” Paulo Coelho

Saya akan berpresentasi ke Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) di Bogor dan saya butuh sebuah bacaan ringan untuk menemani perjalanan saya dari Surabaya ke Bogor pergi pulang. Saya ke kamar anak laki-laki saya yang kini kosong karena ia sudah berangkat kuliah ke Malaysia, melihat rak bukunya dan menemukan buku yang sangat menarik ini,

“Sang Alkemis (The Alchemist)” karya Paulo Coelho. Saya sudah lama ingin membaca buku ini tapi belum juga sempat karena di rak buku saya sendiri daftar buku yang akan saya baca juga seabrek.
The Alchemist yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia adalah buku ketiga yang saya baca pada tahun 2017 ini. Buku setebal 215 halaman ini benar-benar menarik sehingga saya sulit untuk menghentikan membacanya. Buku ini adalah mega bestseller yang bahkan mendapat penghargaan Guinness World Record sebagai buku yang diterjemahkan paling banyak ke dalam bahasa lain oleh penulis yang masih hidup.

Novel ini sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1988 telah terjual sebanyak 150 juta kopi dan telah diterjemahkan pada sedikitnya 71 bahasa. Kutipannya di atas begitu terkenalnya sehingga dijadikan kutipan oleh banyak penulis lainnya. 150 juta kopi, bayangkan…!
Buku ini bercerita tentang seorang penggembala bernama Santiago yang berupaya untuk menemukan mimpinya untuk menemukan harta karun di reruntuhan Piramida di Mesir dengan mengembara. Pengembaraannya ini menuntunnya untuk menemukan takdir dan jalan hidupnya setelah bertemu dengan beberapa orang dan peristiwa sepanjang pengembaraannya tersebut.

Berbagai halangan dan rintangan ia temui tapi ia tidak menyerah untuk menggapai mimpinya. Sang Alkemis menasihatinya “Dan, jika kamu menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta bersatu untuk membantumu untuk mencapainya”. Kutipan yang sangat popular ini adalah inti dari tema novel yang sangat memukau ini.
Ada banyak kutipan lain yang juga sangat menarik, umpamanya :
– Ketika kita mencintai, kita selalu berusaha untuk lebih baik. Ketika kita berusaha untuk menjadi lebih baik maka semua yang berada di sekitar kita juga menjadi lebih baik juga.
– Hanya ada satu hal yang membuat mimpi tidak mungkin tercapai: ketakutan untuk gagal
– Rahasia keberhasilan hidup adalah jatuh sebanyak tujuh kali dan bangkit lagi delapan kali.
– Hal-hal yang sederhana justru hal yang paling mengagumkan, dan hanya orang bijak yang bisa melihatnya.
– Saya tidak hidup di masa lalu atau masa depan. Saya hanya tertarik pada masa kini. Kalau kamu bisa memusatkan perhatianmu pada masa kini maka kamu akan menjadi manusia yang bahagia. Hidup akan menjadi perayaan bagimu karena hidup adalah saat di mana kita hidup saat ini.
– Manusia memiliki kemampuan kapan saja dalam kehidupan mereka untuk mewujudkan apa yang mereka impikan.
– Apa pun yang dilakukannya, setiap manusia di dunia ini memainkan peranan penting dalam sejarah dunia. Tapi pada umumnya mereka tidak tahu.
– “Maktub” Segalanya telah tertulis.
– Dll kutipan yang sempat saya stabilo sambil membacanya.

Hal menarik lain dari kisah buku ini adalah bahwa novel ini sebenarnya hanya ditulis dalam waktu dua minggu. “Karena buku ini telah tertulis dalam jiwa saya,”demikian kata Coelho. Ia berusia 41 tahun dan buku ini sempat ditolak oleh penerbitnya. Buku ini menjadi hit setelah diterjemahkan dalam bahasa Inggris.

“Agar bisa memiliki buku yang bisa diterbitkan di 119 negara kita perlu bahasa yang bisa dibaca di Thailand atau Lithuania. Penerjemahan dalam bahasa Inggris membuatnya bisa dibaca oleh lebih banyak orang,”demikian katanya. Buku ini bahkan bertahan selama 300 minggu di daftar New York Times Bestseller. Pada saat ia berkeliling ke Iran untuk mempromosikan bukunya ada 5000 orang yang berdesakan untuk minta tandatangannya di bukunya tersebut.
Buku ini kemudian dibuat versi digitalnya dan disebarkan secara gratis. Anehnya novelnya bukan menjadi menurun penjualannya tapi justru meroket. Novel yang diterjemahkannya dalam bahasa Rusia hanya terjual 1000 kopi pada tahun 1999. Setelah melepaskan versi dijitalnya yang gratis bukunya malah terjual sebanyak 10 kali lipat pada 2001 dan akhirnya pada tahun 2002 malah terjual sebanyak 100.000 kopi buku.
Saya yakin novel karya sastrawan Indonesia juga bisa mencapai kesuksesan yang jauh lebih hebat jika lebih banyak orang bisa menikmatinya dalam bahasa yang mereka kenal. Masalahnya adalah bagaimana bisa menerjemahkann ***

 

 

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.