Indonesia akan Bangun 2 Sekolah Lagi di Rakhine

Tipikal tempat tinggal pinggiran Sungai Kaladan di negara bagian Rakhine, Myanmar. Kaum Muslim Rohingya hidup di tempat seperti ini.

MEPNews.id – Indonesia membangun enam sekolah untuk komunitas muslim dan Buddha di Negara Bagian Rakhine setelh pemerintah Myanmar membukakan akses bantuan kemanusiaan bagi negara ASEAN. Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arrmanatha Nasir dalam media briefing di Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, 23 Desember 2016.

“Di negara bagian Rakhine, ada komunitas multietnis. Kita banyak membangunan fasilitas kesehatan. Kita telah membangun 4 sekolah, dan akan ada dua lagi. Total kita bangun enam  sekolah di sana,” ia menegaskan.

Arrmanatha menambahkan, bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia bersifat inklusif, tidak memandang apakah muslim, Buddha, atau lainnya. “Saya tekankan, ini bantuan berlaku untuk seluruh masyarakat di Rakhine. Tidak untuk satu kelompok, apakah itu kelompok muslim atau kelompok Buddha, tapi juga berlaku untuk semua masyarakat,” jelas dia, dikutip tribun.com.

Dengan bantuan kemanusiaan inklusif ini, Indonesia ingin memberikan pesan bahwa persatuan lah yang membuat bangsa bisa maju. “Karena kita lihat kita sendiri bangsa yang multietnis. Hanya dengan kebersamaan, hanya dengan persatuan, itu bisa maju. Itu yang kita ingin share ke masyarakat di Rakhine,” tandasnya.

Sebelumnya, pada 14 Desember, Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri, Dubes Hasan Kleib, menekankan bantuan Indonesia ke Rakhine bersifat kemanusiaan. Itu artinya, bantuan memang tidak mengenal agama. “Kita tidak memilah-milah bantuan ke Muslim atau tidak. Fokus kita ke dua aspek yaitu rumah sakit dan sekolah,” kata ia dikutip Republika.co.id.

Ia menerangkan, Indonesia sudah membangun empat sekolah di Rakhine, dua di daerah Muslim Rohingya dan dua di daerah non-Muslim. Selain itu, ada bantuan makanan sebesar satu juta dolar. Dalam waktu dekat akan dibangun rumah sakit dengan luas tanah 4.000 meter dan biaya sekitar tiga miliar.

Indonesia juga menampung 959 pengungsi Rohingya, dengan 57 orang yang masih dalam proses. Ia menegaskan, langkah itu menunjukkan bantuan yang diberikan Indonesia dilakukan demi kemanusiaan.

Untuk itu, ia berharap semua usaha Indonesia mampu mendorong penyelesaian masalah di Rakhine, terutama perlindungan kepada warga Rohingya. Diplomasi yang selama ini dilakukan pemeritnah Indonesia diharapkan mampu mengubah kebijakan Myanmar terhadap Rohingnya. “Mereka semua warga negara. Perlakuan yang mereka terima harus sama dengan warga yang lain rasakan,” ujar Hasan.

Facebook Comments

POST A COMMENT.