Sekolah Penerbangan Indonesia Diakui Internasional

Para siswa sekolah penerbangan Perkasa berpose di Cilacap untuk persiapan lisensi pilot komersial. (foto; Mitra Aviasi Perkasa, re-post Instagram @flyperkasa)

MEPNews.id – Pemerintah Laos, melalui Dirjen Penerbangan Sipil Vanpheng Chantaphone, memberikan Certificate of Approved Training Organization kepada Sekolah Penerbangan Sipil PT Mitra Aviasi Perkasa. Pemberian sertifikat ini bentuk pengakuan negara tetangga tersebut atas kualitas sekolah penerbangan di Indonesia.

Siara pers Kedutaan Besar RI untuk Laos di Vientiane, yang diterima Antara 20 Desember 2016, menyatakan penghargaan diberikan setelah tim Kementerian Penerbangan Sipil Laos melakukan inspeksi fasilitas PT Mitra Asia Perkasa di Jakarta 7-9 Desember. Penghargaan diterima CEO Sekolah Penerbangan Sipil PT Mitra Aviasi Perkasa, Septo Sudiro.

“Penghargaan ini tidak hanya menegaskan kepuasan pemerintah Laos kepada Indonesia dalam bidang aviasi tetapi juga memperlihatkan kualitas sekolah penerbangan di Indonesia yang progresif di tengah pertumbuhan penerbangan domestik yang diperkirakan mencapai 15 persen pada 2016,” kata Dubes Indonesia untuk Laos, Irmawan Emir Wisnandar.

Septo juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi Pemerintah Laos. Ia menambahkan penghargaan itu sebagai penegasan atas kualitas dan profesionalisme sekolah pilot yang dia pimpin. Keberhasilan itu juga tidak lepas dari fasilitasi yang diupayakan pihak KBRI di Vientiane.

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) pada 2015 mencatat 82,4 juta penumpang menggunakan layanan pesawat. Pertumbuhan diprediksi International Air Transport Association (IATA) mencapai 270 juta penumpang pada 2034. Ini akan menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar keenam dalam industri penerbangan penumpang.

Memanfaatkan momentum ini, Dubes Emir menambahkan Indonesia berkomitmen meningkatkan kerja sama penerbangan dengan Laos. Penguatan hubungan aviasi kedua negara terlihat dari rencana kunjungan balasan PT Dirgantara Indonesia ke Laos setelah kunjungan Dirjen Penerbangan Sipil ke PT Dirgantara Indonesia di sela-sela kunjungan 7-9 Desember 2016.

Vanpheng Chantaphone menyatakan Pemerintah Laos sadar bahwa peningkatan sumber daya manusia menjadi kunci untuk meningkatkan sektor penerbangan di Laos. Atas dasar kondisi tersebut, sangat terbuka peluang kerja sama antara Kementrian Penerbangan Sipil Laos dengan PT Mitra Aviasi Perkasa untuk mendidik calon pilot negara tersebut.

Tidak hanya mendidik pilot, Indonesia juga memfasilitasi sumber daya manusia (SDM) untuk perawatan dan perbaikan pesawat. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama asosiasi industri penerbangan siap mendidik pemuda Indonesia dalam perawatan dan perbaikan pesawat.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, sekolah teknisi penerbangan di Indonesia masih menghasilkan 200 tenaga ahli per tahun. “Sedangkan, kebutuhannya seribu orang per tahun,” kata Putu dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan Republika.co.id. 5 Desember 2016.

Indonesia diperkirakan membutuhkan 12 ribu-15 ribu tenaga ahli perawatan dan perbaikan pesawat hingga 15 tahun ke depan. Kemenperin memfasilitasi peningkatan kompetensi SDM kedirgantaraan nasional melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan pelaku industri. Targetnya, melaksanakan pendidikan kejuruan yang memenuhi standar nasional maupun international.

Kemenperin akan aktif terlibat dalam pendidikan vokasi terutama di sektor MRO (maintenance, repair, overhaul). Upaya peningkatan SDM itu berbarengan dengan potensi bisnis industri MRO di Indonesia yang mencapai 920 juta dolar AS. Kemenperin memprediksi potensi bisnis ini naik menjadi 2 miliar dolar AS dalam empat tahun ke depan. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.