Anak Anda Main Gadget Terus? Enam Waktu Terbuang

MEPNews.id – Sudah bukan kabar baru, anak sekarang menyatu dengan gadget. Tiada waktu tanpa gadget. Bahkan termasuk ayah ibu mereka. Apa saja kerugiannya ?
Menurut Astrid Napitupulu saat ditemui Inilah.co di acara asuransi JAGADIRI bersama forum NGOBRAS, Jakarta, Kamis pekan lalu, menjelaskan ada enam waktu yang dimiliki anak dan terbuang percuma begitu saja karena asik bermain gadget. Sebagai orangtua, hal ini harus diwaspadai agar anak tidak kecanduan gadget dan hilang waktu yang dimiliki.
Berikut adalah enam waktu yang terbuang karena anak bermain gadget.
1. Waktu eksplorasi menjadi kurang
“Waktu untuk dia bergerak menjadi berkurang. Misalnya harusnya bermain dengan berlari – lari berkurang. Mengeksplorasi ruangan dan lingkungan menjadi sedikit,” kata Astrid.
2. Waktu interaksi dengan orang – orang di sekitarnya berkurang
“Anak – anak kalau fokus dengan gadget itu jadi tidak fokus dengan orang di sekitarnya. Ketika ditanya apapun tidak menjawab. Tidak memperhatikan orang lain di sekitarnya. Tidak menatap wajah orang lain juga,” ujar Astrid.
3. Waktu observasi, mengamati dunia di sekelilingnya menjadi berkurang
“Anak akan cenderung berada dalam satu tempat saja. Tidak mengenal tempat lain. Untuk mengobservasi dunia di sekelilingnya menjadi malas,” tambah Astrid.
4. Waktu beristirahat berkurang
“Anak menjadi tidak tidur – tidur karena tergantung dengan gadget. Anak menjadi lebih suka gadget dan mengesampingkan waktu tidur, sehingga hal ini membuat kebutuhan tidur anak menjadi berkurang,” ungkap Astrid.
5. Waktu untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya menjadi kurang
“Misalnya kita lihat informasi di gadget, kita harusnya bisa mencerna informasi yang diterima. Ada muatan informasi yang banyak. Tetapi semua harus dicerna.
Dengan banyaknya informasi yang masuk, jadi banyak emosi yang hadir di dalam diri,” papar Astrid.
6. Waktu mengekspresikan diri berkurang
“Anak menjadi kurang mengekspresikan diri karena terlalu fokus dengan gadget. Karena itu, penggunaan gadget harus terus diawasi oleh orangtua,” kata Astrid.( Mia Umi Kartikawati)

Foto : Ilustrasi

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.