Tersenyumlah, Agar Segalanya Jadi Lebih Baik

Senyuman adalah bahasa universal yang bisa diterima oleh berbagai budaya. Urusan di luar negeri pun jadi lebih mudah dengan bantuan senyuman. (Foto; Okta Rahasti Pangestika re-post Instagram @oktarahasti)

smile-anita

Aneta Zięba, Instagram @anexxis

MEPNews.id – Tersenyumlah. Ada begitu banyak manfaat senyum bagi kita sendiri maupun orang lain. Seburuk apa pun kondisi kita, jangan pelit senyum. Asal; jangan cengar-cengir sendirian tanpa sebab karena bisa menimbulkan prasangka aneh-aneh. Nah, berikut ini beberapa manfaat senyum;

  1. Tersenyum dapat membuat Anda bahagia (bahkan ketika Anda sedang tidak bahagia).

Ada hubungan antara gerak fisik dengan otak. Saat otak merasa takut, ia memberi sinyal pada jantung untuk berdegub lebih keras sehingga tubuh fisik kita jadi berkeringat dingin. Sebaliknya, saat kita berolahraga santai, otak kita jadi relaks sehingga fikiran jadi tenang. Nah, begitu juga dengan gerakan sengaja otot-otot sekitar mulut untuk menarik bibir sekitar 2 cm ke samping. Gerakan itu bisa mengirim pesan pada otak untuk mengeluarkan sinyal bahagia. Artikel di jurnal Science pada 1984 mengungkap gerak fisiologis bisa mencerminkan kondisi emosi. Maka, latihlah bibir untuk tersenyum agar otak selalu merasa bahagia.

  1. Senyum Anda membuat orang lain ikut bahagia.

Louis Armstrong pernah menyanyikan lagu “When you’re smilin’, the whole world smiles with you.” Itu benar. Senyum itu menular. Rasa bahagia yang terpancar dari senyuman Anda bisa menulari orang lain untuk turut bahagia atau setidaknya mengurangi kesedihannya. Kalau Anda memberi senyuman pada seseorang, kemungkinan sangat besar orang itu membalas tersenyum juga. Bagus, kan? Rahasianya, menurut pakar syaraf Marco Iacoboni yang dikutip Scientific American, kita memiliki mirror neuron (neuron cermin) yakni sel-sel di bagian korteks otak yang aktif ketika kita melakukan tindakan tertentu atau ketika kita melihat orang lain melakukan tindakan tertentu.

  1. Senyum membuat Anda tampak lebih menarik.

Kenapa kita selalu diminta tersenyum saat difoto? Karena orang biasanya tampak dalam kondisi terbaik dan bahagia saat tersenyum. Jurnal di American Academy of Cosmetic Dentistry menyebut, 96 persen orang Amerika percaya senyum membuat seseorang lebih menarik bagi lawan jenis.

smile-nor

Nor Atiqah Bt Zainun, Instagram @atiqah.zainuddin

  1. Senyum bisa mengurangi stres.

Psychological Science Journal pada 2012 mempublikasikan studi psikolog Tara Kraft dan Sarah Pressman dari University of Kansas. Ada 170 responden dalam tiga kelompok diminta sama-sama menahan sumpit di mulut beberapa saat sehingga merasa tegang. Kemudian, kelompok pertama diminta senyum lebar. Kelompok kedua senyum biasa. Kelompok ketiga tidak senyum. Eksperimen menunjukkan, kelompok yang tersenyum paling lebar mengalami pengurangan substansial dalam denyut jantung dan pemulihan stres lebih cepat dibandingkan yang senyum biasa dan yang tidak tersenyum.

  1. Senyum membuat Anda tampak lebih dipercaya.

Orang yang tersenyum lebih mudah dipercaya orang lain, daripada orang yang tidak senyum atau yang mengerutkan kening. Penelitian di University of Pittsburgh mengeksplorasi hubungan potensial antara daya tarik, intensitas senyuman, dan tingkat kepercayaan yang diterima. Dari 450 peserta, terungkap bahwa semakin lebar senyum maka semakin tampak mereka dipercaya. Jadi, kalau sedang wawancara kerja atau sedang bertransaksi bisnis dan sejenisnya, tersenyumlah agar urusan jadi lebih mudah.

  1. Senyum bisa meningkatkan kreativitas dan produktivitas.

Studi di University of California, San Francisco, pada 2013 mengeksplorasi hubungan antara suasana hati dan kreativitas di kalangan pria. Hasilnya, mereka yang tersenyum bahagia memiliki pendekatan lebih komprehensif terhadap masalah sehingga meningkatkan kemampuan memikirkan solusi. Artinya, orang yang tersenyum bahagia lebih kreatif daripada yang berpikiran negatif. Suasana hati yang baik mendorong kreativitas lebih mengalir. Studi lain pada 2010 menunjukkan, senyum Anda di kantor dapat membuat karyawan lebih produktif. Kebahagiaan yang tercermin lewat senyuman memiliki dampak signifikan terhadap emosi positif para karyawan. Maka, kalau Anda jadi Boss, jangan sering cemberut kalau tak ingin nyali anak buah menciut.

  1. Senyum itu gratis!

Silahkan tersenyum seberapa banyak Anda mau tanpa harus merogoh kocek. Anda tak perlu beli senyum. Negara juga tidak menarik pajak senyum. Tidak pernah terpampang tanda ‘dilarang senyum’ di semua tempat. Mungkin ada larangan tertawa bersuara, tapi sejauh ini tidak ada larangan untuk tersenyum.

Jadi, setelah baca artikel ini, silakan tersenyum setulus-tulusnya. Ada banyak manfaat tersenyum bagi jiwa, raga dan kehidupan sosial Anda.

(Teguh W. Utomo)

Facebook Comments

POST A COMMENT.