Baklava? Emhhh…deh, Rasanya

Aneka kue ini disajikan di café Baklava Tabea di Turki. Lezat. (foto Instagrm @tabeacomtr)

 

baklava-patrick

Potongan baklava yang dipotret Patrick Kullmann via Instagram @patrickkullmann

MEPNews.id – Hanya mendengar kata baklava, atau membaca tulisan ‘Baklava’, atau melihat gambar pastry berlapis-lapis isi, otak langsung terangsang mengirimkan perintah ke pangkal mulut untuk mengeluarkan cairan. Ya, baklava memang bikin ngiler siapa saja.

Kue ini disebut khas Turki karena sejarah berkembangannya seiring Imperium Ottoman. Baklava diolah di dapur Istana Topkapi di Istanbul. Sultan menyajikan nampan baklava untuk Janissari (pasukan infantri) setiap tanggal 15 bulan Ramadhan dalam prosesi upacara Baklava Alayı. Namun, sekarang Imperium Ottoman sudah tiada dan menyisakan Turki yang wilayahnya lebih kecil.

Sementara itu, wilayah-wilayah lain yang pernah di bawah pengaruh Ottoman juga mengklaim sebagai sumbernya baklava. Maka, ada variasi baklava Syria, baklava versi Yunani, versi Azerbaijan, gaya Armenia, Iran, Lebanon, Irak, Israel, Palestina, Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko, Bosnia, Tatar Krimea. Bahkan, ada bakery baklava di San Francisco di Amerika Serikat hingga di Jakarta. Pendeknya, kue pastry ini sekarang bisa didapatkan di berbagai penjuru dunia.

Saking meluasnya, pihak berwenang di Turki pada Februari 2015 mengeluarkan standar untuk melindungi orisinalitas. Institut Standarisasi Turki (TSE) menetapkan antara lain; baklava harus kuning keemasan, sirupnya tidak boleh terlalu kental, kuenya harus larut dalam mulut tanpa kunyah, bahan utamanya harus tepung, garam, air, sedikit lemak, gula putih, serta pistachio, ukuran potongannya minimal 35 mm. Standarisasi ini untuk menjamin mutu dan menghindari ramuan palsu.

Di Turki, baklava secara tradisional dibuat dengan cara lebih dulu mengaduk adonan tepung lalu dibuat lembaran tipis. Lembaran adonan tadi disusun berlapis. Lapisan-lapisan adonan dipisahkan dengan mentega cair dan minyak sayur. Di antara setiap lapisan, diisi pistachio, walnut, almond atau ramuan khusus yang disebut kaymak. Di tempat lain, isiannya bisa bermacam-macam.

Adonan baklava disiapkan dalam panci besar. Setelah sela-sela lapisan sudah terisi, calon baklava dipotong-potong. Bentuknya bergantung selera atau kebutuhan. Yang sering berbentuk jajaran genjang, segitiga, diamond atau persegi panjang. Lalu, dipanggang 180 ° C kira-kira 30 menit. Setelah dibakar, siap disajikan dalam suhu kamar. Biasanya baklava dihidangkan bersama celupan sirup manis. Bahan dasar sirup adalah gula putih, namun bisa saja ditambah madu, air mawar, atau air bunga jeruk.

Rasanya….mmmpph…manis, gurih, renyah, lumer…….!!! (tom)

Facebook Comments

POST A COMMENT.