Solo Siap Bangun Sekolah Khusus Olahraga

MEPNEWS.ID – Untuk menyiapkan calon atlet di masa depan, Kementerian Pemuda dan Olahraga membangun Sekolah Khusus Olahraga (SKO) di seluruh Indonesia menggantikan Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP). Niatan itu langsung disambut baik pihak-pihak terkait di Solo, Jawa Tengah.

Solo berambisi tahun depan mulai membangun SKO yang dirancang terpadu bersama asrama siswa atlet. “Kami sudah berdialog seputar konsep dan regulasi untuk memayungi SKO. Mudah-mudahan Solo menjadi pelopor SKO di Jateng,” kata Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti, dikutip Solopos.com, 16 November 2016.

Ada kabar, Jakarta menunjuk Solo dan Brebes sebagai lokasi pendirian SKO di Jateng. “Kementerian infonya siap membangun infrastruktur gedung sekaligus asrama dalam satu kompleks. Nanti daerah berkontribusi menyediaan guru, peralatan dan dana operasional lain,” tuturnya.

SKO di Solo bakal diproyeksikan seperti SKO/Diklat Ragunan di Jakarta. “Jakarta dan Samarinda punya SKO yang luar biasa. Solo berkomitmen mewujudkan hal serupa meski butuh dana tak sedikit,” ujar Hartanti.

SKO Solo nantinya memiliki pembinaan berjenjang usia SD hingga SMA. Meski menitikberatkan pembibitan atlet berprestasi, SKO tetap memberi pelajaran umum seperti eksakta hingga bahasa. Meski demikian, porsinya tak sebanyak di sekolah reguler.

Hartanti menyebut, biaya yang ditanggung pemerintah Rp50 juta per siswa per tahun jika menerapkan model Ragunan. Selain gratis biaya sekolah, para siswa mendapat uang saku selama studi. Hartanti mengatakan, problem anggaran bisa disiasati dengan pembagian tugas pendanaan.

Pemkot Solo perlu menyusun aturan agar lulusan SKO tetap bisa melanjutkan ke jenjang kuliah di samping menjadi atlet. “Bila perlu atlet berprestasi dibiayai kuliahnya sampai selesai. Cuma hal ini perlu regulasi seperti peraturan daerah,” jelas Hartanti.

Kemenpora bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan teken Nota Kesepahaman (MoU) Nomor 0999.A/MoU/MENPORA/10/2013 dan Nomor 04/X/NK/2013 tanggal 17 Oktober 2013 tentang Penyelenggaraan Satuan Pendidikan Olahraga. Itu karena Kemenpora serius menyiapkan SKO menggantikan PPLP.

“Ke depan, Bapak Menpora Imam Nahrawi meminta tidak ada lagi PPLP tapi sudah terintegrasi menjadi Sekolah Olahraga,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, di Auditorium Sugondo Joyopuspito Cibubur, dikutip Tribun, 2  November 2016.

Menurut Isnanta, SKO akan dibangun diseluruh Indonesia hingga ke silayah kabupaten/kota. “Sekarang sudah ada 12 SKO, di Jakarta, Sidoarjo, Palembang, Riau, Kaltim, Sumbar, Sulteng, Papua, Lampung, Sulsel, Kalsel, Jateng. Kami berharap segera dibangun di seluruh Indonesia.”  (*)

Foto; Instagram dwika_mayandi

Facebook Comments

POST A COMMENT.