Pria Terjelek Ini Punya 2 Istri dan 8 Anak

Orang bilang, cinta memang buta. Tak peduli betapa jeleknya,jodoh mempertemukan ia ke pujaan hatinya. Hasilnya? Dua plus enam anak ada di rumahnya.

 

Siapa sih yang ingin jelek? Rasanya tidak ada yang ingin. Namun, kalau sudah jelek sejak dilahirkan, mau bagaimana lagi? Tak ayal, Godfrey Baguma pun harus menjalaninya dengan sabar. Ia jalani hidup sebagai anak asuhan nenek, remaja tukang sepatu, hingga dewasa menjadi selebriti.

Dilahirkan di Uganda pada 1968, Baguma mengalami kondisi medis langka Fibrodysplasia. Kondisi ini membuat pertumbuhan dan pergantian tak beraturan atas sel dan jaringan tubuhnya. Tubuhnya kecil dan memendek, kepalanya besar dengan tonjolan aneh di sana-sini. Lebih jelek daripada siapa pun.

Jangankan mencari pacar, bergaul dengan orang-orang sekitar pun dia malu. Di rumah nenek, ia lebih banyak mengurung diri sebagai anak hingga remaja. Hingga akhirnya harus mencari kehidupan sendiri, ia bekerja sebagai tukang tambal sepatu.

Pada 2002, ia beruntung bisa ikut kontes di televisi. Dalam ajang mencari manusia paling aneh di Uganda, ia menjadi juara dan mendapat hadiah uang. Dari kontes ini, ia mendapat julukan Ssebabi yang berarti manusia terjelek.

Ia menikah dan punya dua anak. Di tengah menjalani karir sebagai penyanyi, istrinya kabur dan berselingkuh dengan pria lain.

Namun, dengan nama yang mulai tenar, Baguma lebih percaya diri. Meski berwajah jelek, duda dua anak ini lebih tenang bertemu wanita. Hingga akhirnya, ia membina hubungan dengan Kate Namanda yang 17 tahun lebih muda. Anak pertama mereka lahir 2008.

“Awalnya, saya takut keluarga Kate tak bisa menerima. Saya juga bisa menerima jika Kate nanti meninggalkan saya. Saya persilakan dia pergi jika merasa saya menjadi bebannya. Namun, sejak lahir anak pertama, kondisinya membaik,” kata Baguma.

Mereka akhirnya mendapat lima anak lagi. Yang terkahir lahir 2015. Jadi, total, Baguma mendapat delapan anak. Dua dari istri pertama yang sudah bercerai, enam dari istri kedua.

Ditanya soal ketidak-sempurnaan fisik suaminya, Kate malah merasakan sempurna. ”Begitu menemukan pria yang dirasa cocok, tak perlu lagi mendengar apa kata orang lain. Ikuti saja kata hati. Uang dan penampilan fisik bukan masalah utama. Meski wajahnya jelek, suami saya baik hati.” (tom)

Facebook Comments

POST A COMMENT.